STKIP PGRI Sumatera Barat Kembali Dipercaya DRPM Tuan Rumah Workshop Penelitian 

 

Unakerhum: STKIP PGRI Sumatera Barat (Sumbar) melalui Unit Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (UP3M) kembali dipercaya oleh DRPM Kemenristek Dikti untuk menyelenggarakan Workshop Penelitian, Peningkatan Kapasitas Pembinaan Penelitian Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Kemenristek Dikti Bekerjasama dengan LL Dikti Wilayah X (Sumbar, Riau, Jambi dan Kepulauan Riau) dan STKIP PGRI Sumbar dengan menghadirkan narasumber dari DRPM Kemenristek Dikti dan Tim Pakar Kemenristek Dikti yakni Mustangimah, Agus Subekti, Saryono, Rambat Nur Sasongko, Rusfindra dan Rusdinal. Kegiatan diadakan selama dua hari, Selasa-Rabu (19-20/3) yang dihelat di Hotel Grand Inna Padang. Workshop dihadiri Kepala LL Dikti wilayah X, Prof. Herri, Kepala Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Riset, Ristek Dikti, Mustangimah, Ketua STKIP PGRI Sumbar, Zusmelia dan jajarannya serta Tim pakar Kemenristek Dikti. 

Kepala LL Dikti Wilayah X, Herri menyebutkan dalam tahun ini memang ada peningkatan hibah penelitian dari DRPM Kemenristek Dikti bagi perguruan tinggi yang ada di wilayah X. "Data yang ada di LL Dikti Wilayah X pada 2018 lalu ada sebanyak 750 dosen yang lakukan penelitian baik tingkat klaster binaan, madya maupun klaster utama, sedangkan di 2019 ini ada sebanyak 780 orang dosen," sebut Herri. Peningkatan juga terjadi untuk jumlah perguruan tinggi yang lakukan penelitian, dimana 2018 sebanyak 100 perguruan tinggi, pada 2019 ini pun naik menjadi 110 perguruan tinggi. "Meski ada peningkatan di banding tahun lalu, namun jumlahnya tidak signifikan. Saya harap workshop peningkatan kapasitas pembinaan penelitian makin menambah minat dosen maupun perguruan tinggi di wilayah X lebih banyak lagi untuk meneliti," pinta Herri.

Menurutnya, masih sedikitnya dosen yang lakukan penelitian mungkin karena mereka itu masih terkendala dari beberapa hal, misalnya soal penguasaan IT, format penelitian serta mekanisme pembuatan proposal penelitian, terkadang masalah substansi dari proposal penelitian juga kurang mereka kuasai. "Jadi sekali lagi saya sebutkan, workshop kali ini jadi momen penting bagi para dosen khususnya yang pemula untuk belajar bagaimana membuat proposal penelitian mereka yang baik dan benar menurut aturan di DRPM Kemenristek Dikti," ucapnya.

Ketua STKIP PGRI Sumbar, Zusmelia menyebutkan workshop proposal penelitian ini merupakan pengetahuan bagi para dosen serta momen ini juga karir awal bagi dosen pemula untuk buat proposal penelitian. "Bagi STKIP PGRI Sumbar sendiri tentu acara ini jadi momen baik karena diberi kesempatan oleh DRPM Kemenristek Dikti untuk adakan workshop untuk kesekian kalinya" kata Zusmelia. "Terima kasih kepada DRPM Kemenristek Dikti yang sudah mempercayakan STKIP PGRI Sumbar sebagai mitra, dan kepada LL Dikti Wilayah X yang sudah memfasilitasi serta mewadahi untuk pelaksanaan workshop ini" imbuhnya.

Menurutnya, banyaknya dosen yang proposal penelitiannya lolos di DRPM Kemenristek Dikti jelas berdampak pada klaster dan akreditasi kampus. "Jadi bagi dosen yang ikut workshop kali ini dalam membuat proposal penelitian merupakan hal yang harus dijalani ataupun dilewati untuk bisa naik tingkat klasternya. Tapi kita juga harus ingat dengan naiknya klaster tentu ada konsekuensinya. Nah ini yang juga harus dipahami bersama," saran Zusmelia.

Yang perlu dipahami para peserta, lanjut dirinya, dengan hadirnya para pakar pada workshop ini akan jadi pencerahan pada peserta untuk mengetahui bagaimana membuat proposal penelitiannya dan bagaimana persyaratan idealnya. Dirinya juga memotivasi para dosen yang ikut workshop itu untuk terus lakukan penelitian. Sebab, ini akan menjadikan kampus mereka lebih baik lagi disegi mutu. "Khusus bagi STKIP PGRI Sumbar, sudah lama komit dengan meminta para dosen untuk melakukan penelitian. Bahkan kami disupport pihak Yayasan agar kampus STKIP PGRI Sumbar ini terus maju dan berkualitas mutu pendidikannya," sebut Zusmelia.

Kepala UP3M STKIP PGRI Sumbar, menyampaikan bahwa peserta yang ikut dalam kegiatan  ini berjumlah 78 dosen peneliti dari berbagai Perguruan Tinggi di Wilayah X yang ditetapkan oleh DRPM Ristek Dikti. Ia mengharapkan peserta bisa ikut workshop itu hingga selesai. Dengan begitu peserta bisa membedah berbagai proposal penelitian yang dibuat para dosen untuk penelitian yang akan diajukan di tahun ini. "Saya juga berharap proposal penelitian yang dibuat tidak diluar ketentuan yang ada pada Kemenristek Dikti," ucapnya.

 

Copyright @ 2017 ICT STKIP PGRI Sumbar, All right reserved